Usai Diterapkan PPKM, BBTNBTS Lanjutkan Penutupan Wisata Bromo dan Pendakian Semeru

Selasa, 27 Juli 2021
wisata-gunung-bromo
wisata-gunung-bromo

RAKYAT.CO – Dampak diperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) kembali memperpanjang masa penutupan kawasan wisata Gunung Bromo dan pendakian Semeru di Jawa Timur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar TNBTS, Novita Kusuma Wardani, menyatakan bahwa penutupan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, yang memutuskan memperpanjang masa PPKM hingga 2 Agustus 2021.

“Keputusan penutupan objek dan daya tarik wisata alam di kawasan TNBTS diperpanjang sampai pengumuman lebih lanjut,” ujar Novitadi Kota Malang, Jawa Timur, Senin (26/7/2021).

Tercatat anggota Balai Besar TNBTS, selama masa penutupan kawasan wisata Bromo, dan pendakian Semeru, terus melakukan penjagaan di titik-titik yang sudah ditentukan. terdapat lima titik yang diawasi oleh para petugas.

Dari kelima titik yaitu Coban Trisula Malang, Penanjakan Pasuruan, dan Tengger Laut Pasir, Probolinggo. Kemudian, pengawasan juga dilakukan di Ranupani, Sentral Senduro Lumajang dan patroli di kawasan Taman Nasional.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi, Pelaporan dan Kehumasan, BB TNBTS, Sarif Hidayat, mengungkapkan setidaknya ada 75 orang personel yang dibantu para relawan untuk ditugaskan dalam pengawasan pintu masuk Taman Nasional.

Bantuan personel juga didapatkan dari anggota TNI, dan Polri pada titik pengawasan di Coban Trisula, dan Sentral Senduro. Pengawasan dengan melibatkan anggota TNI dan Polri tersebut dilakukan karena kawasan itu merupakan daerah perlintasan.

“Di titik kawasan itu merupakan perlintasan sehingga dibantu TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP,” ungkapnya.

Menurut Sarif meskipun Balai Besar TNBTS mengeluarkan pengumuman terkait penutupan kawasan wisata tersebut, masih ada sejumlah wisatawan yang mencoba mendatangi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru itu.

“Iya, pihak kami tetap melakukan pendekatan persuasif bagi para wisatawan yang mencoba untuk berlibur,” ungkapnya.

Keputusan Presiden Joko Widodo memperpanjang PPKM hingga 2 Agustus 2021. Pada masa PPKM kali ini, Presiden Joko Widodo telah melakukan sejumlah penyesuaian pembatasan kegiatan, khususnya untuk pelaku usaha skala kecil.

Namun, ada beberapa penyesuaian dilakukan tersebut diantaranya adalah, pasar rakyat yang menjual sembako sehari-hari diperbolehkan untuk buka seperti biasa dengan protokol kesehatan yang ketat.

Misalnya, untuk pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, dan usaha-usaha kecil lain yang sejenis, diizinkan buka dengan prokes yang ketat sampai dengan pukul 21.00 malam.

Juga, bagi warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan prokes yang ketat, sampai pukul 20.00 WIB dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit.[/2]