Ukur Tanah Dikawal 250 Aparat Bersenjata, Waketum MUI: Warga Wadas Terintimidasi

Warga Desa Wadas ditangkap aparat

RAKYAT.CO – Pengerahkan 250 aparat bersenjata lengkap ke wilayah Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo mengawal pengukuran lahan proyek Bendungan Bener dikecam Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas.

“Pengerahan aparat bersenjata itu tentu membuat masyarakat merasa terintimidasi dan hidup dalam ketakutan. Terlebih aparat sudah menangkap banyak orang yang dianggap menghalang-halangi rencana pembangunan waduk dan tambang tersebut,” ujar Abbas dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/2/2022).

Jika dilihat dari perspektif konstitusi, pemerintah ditugaskan melindungi rakyat dan mengedepankan musyawarah mufakat. “Kasus yang terkait pembangunan Waduk Bener dan pertambangan andesit di Desa Wadas Kabupaten Purworejo ini musyawarah tersebut belum terlaksana dengan baik,” kata Anwar Abbas.

Bila saja ada orang yang menyampaikan keprihatinannya tentang sikap dan tingkah laku dari pemerintah dalam mengelola dan mengendalikan masalah, tampak sama sekali belum baik.

Ada trauma rakyat sehingga menjadi tidak percaya dengan sikap baik pemerintah, apalagi jika dilihat yang ada di daerah tampak lebih banyak tertekan dan bahkan tampak diteror dan diintimidasi oleh kehadiran dari aparatur negaranya sendiri.

Aparat negara dari Kepolisian dan TNI, seharusnya bertugas menciptakan rasa aman, tentram, dan damai di tengah-tengah kehidupan masyarakat, tapi yang terjadi malah sebaliknya.

“Tentu jelas sangat disesalkan dan tidak kita inginkan karena negara yang semestinya menampakkan sosok yang lembut dan mengayomi tapi wajahnya malah sudah berubah menjadi monster,” pungkas Abbas.[/1]

Open chat
1
Butuh bantuan?
Rakyat
Halo! Apa yang bisa kami bantu, Kak?