ASN Bakal Dipindahkan ke IKN Baru, Berikut Ada Tiga Kriteria

Aparatur Sipil Negara di DKI Jakarta akan Work From Home (WFH)

RAKYAT.CO – Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan pindah ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, terlebih dulu
dilakukan penilaian atau asesmen. Pelaksanaan asesmen ada beberapa kriteria bagi ASN yang memenuhi persyaratan untuk ditempatkan di Ibu Kota baru.

Dikutip dari lampiran II Undang-Undang (UU) No.3/2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN), yakni gambar 5 tentang koridor asesmen ASN yang dipindahkan ke IKN, disebutkan ada empat koridor.

Pertama, pemerintah melakukan asesmen terhadap ASN dengan tingkat pendidikan minimal Diploma 3 (D-3). Kedua, pemindahan ASN juga memperhatikan batas usia pensiun.

Ketiga, memperhatikan data kinerja ASN dengan mempertimbangkan 20 persen pegawai merepresentasikan kinerja 80 persen pegawai. “Data penilaian potensi dan kompetensi,” dari poin d gambar 5 aturan lampiran II, Undang-Undang (UU) No.3/2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN).

Pada awal Februari lalu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengatakan, aparatur sipil negara (ASN) yang akan dipindahkan ke ibu kota negara yang baru harus melalui uji kompetensi untuk menyesuaikan kebutuhan dengan kondisi di tempat yang baru di Kalimantan Timur.

“Uji kompetensi, minimal ASN yang akan ke ibu kota baru punya skill dong,” ujar Menteri Tjahjo Kumolo di Jakarta, Kamis (6/2/2022).

Uji kompetensi untuk menyesuaikan kebutuhan yang cocok dengan tugas-tugas kementerian/lembaga ketika mulai beraktivitas di ibu kota baru.

Juga, Kemenpan-RB sedang mendata jumlah ASN yang akan pensiun sampai 2024. Bagi ASN yang akan memasuki masa pensiun direncanakan tidak akan ikut pindah ke ibu kota baru.[/1]

Open chat
1
Butuh bantuan?
Rakyat
Halo! Apa yang bisa kami bantu, Kak?