Gubernur DKI Bilang Pemerintah Tak Cukup Bangun Infrastruktur

Rabu, 28 September 2022

Gubernur Anies Baswedan

RAKYAT.CO – Pemerintah tidak cukup hanya membangun infrastruktur, sebab juga harus membangun persatuan warga bangsa.

“Pemerintah tidak boleh hanya ‘oh, kami menyiapkan infrastruktur keras saja’, tidak,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat membuka acara Jakarta Innovation Days di Balai Kota Jakarta, Selasa (27/9/2022).

Pemerintah, kata Anies, juga harus memikirkan bagaimana rakyat bisa bersatu lewat instrumen-instrumen yang membangun rasa kebersamaan atau kesetaraan. Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan instrumen-instrumen itu lewat berbagai moda transportasi umum.

Saat ini, Anies menuturkan di Jakarta ada pelbagai pilihan transportasi umum seperti MRT, LRT, Transjakarta, dan KRL. Menurut dia pemerintah membangun fasilitas-fasilitas itu bukan sekadar untuk sarana transportasi.

“Lalu, kenapa MRT dibangun? Satu tentu buat alat transportasi, tapi pertanyaannya apa selain alat transportasi? MRT adalah instrumen mempersatukan, alat mempersatukan, Transjakarta itu mempersatukan, karena ada kesetaraan,” kata Anies.

“Untuk naik MRT siapa saja berdirinya, barisnya sama, duduknya, kursinya sama. Mau presiden, mau menteri, mau wali kota, mau siapapun antrenya sama, CEO, dan penganggungran boleh jejer. Itu terjadi,” katanya.

Beriringan dengan membangun transportasi umum, pemerintah juga harus memberikan insentif. Insentif itu dapat berupa tarif yang terjangkau serta kenyamanan.

Insentif ini bisa membuat masyarakat secara perlahan beralih menggunakan transportasi umum. Menurutnya, pemerintah tak bisa mewajibkan masyarakat untuk naik transportasi umum.

“Saat orang naik kendaraan umum bukan karena diwajibkan, tapi karena merasa naik kendaraan umum adalah pilihan yang rasional. Kalau dia merupakan pilihannya yang rasional, maka dia akan mengerjakan lagi. Tapi kalo sebuah kebijakan itu diharuskan, maka ketika harusnya tidak ditegakkan ditinggalkan,” ungkap Anies.

“Kita di pemerintahan harus terus menerus mencari cara bagaimana memberikan insentif agar naik kendaraan umum itu makin hari makin terasa nyaman,” katanya.[/1]