BMKG: Wilayah di Indonesia Perlu Waspada Curah Hujan Tinggi Tahun 2026

Pergerakan arah angin

RAKYAT.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi menghadapi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi pada tahun 2026. Meskipun kondisi iklim nasional diprediksi dalam kategori normal, wilayah dengan topografi pegunungan dan yang langsung menghadap Samudra Hindia harus diwaspadai.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyatakan bahwa curah hujan tahunan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan berkisar antara 1.500 hingga 4.000 milimeter. Namun, beberapa daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah bagian tengah, Kalimantan, Sulawesi bagian tengah, Papua, dan pesisir barat Sumatra, diprediksi mengalami hujan tahunan di atas 4.000 milimeter.

“Wilayah pesisir barat Sumatra secara klimatologis sangat dipengaruhi oleh panas Samudra Hindia dan efek Pegunungan Bukit Barisan, sehingga curah hujannya relatif tinggi,” tambah Ardhasena.

BMKG juga mencatat potensi hujan lebat akan terlihat sejak awal tahun 2026, khususnya di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan pada bulan Januari. Sementara itu, Februari diperkirakan memiliki curah hujan tinggi di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.

Periode antara Januari hingga Maret 2026 akan dipengaruhi oleh La Nina lemah dan musim hujan, sehingga potensi banjir dan longsor perlu diantisipasi. Memasuki Mei dan Juni, transisi ke musim kemarau diprediksi terjadi di sebagian wilayah selatan Indonesia.

Dari Juli hingga September 2026, hujan sangat rendah perlu diwaspadai di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Namun, menjelang akhir tahun, diperkirakan hujan akan meningkat kembali dengan curah hujan sangat tinggi di Aceh pada bulan November dan Desember.

BMKG mengingatkan bahwa meskipun sifat hujan umum normal, risiko bencana tetap bergantung pada kerentanan wilayah. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta untuk memperkuat mitigasi, terutama di daerah rawan banjir dan longsor.[*]