RAKYAT.CO – Pihak aparat keamanan Myanmar menangkap seorang wartawan asal Polandia pada Dilansir Reuters, Sabtu (13/3/2021).
Kementerian Luar Negeri Polandia membenarkan ada seorang warganya yang bekerja sebagai jurnalis ditangkap di Myanmar.
“Konsulat berusaha mengontak lelaki yang ditangkap dan mencoba mencari informasi tentang kondisi dan kasus hukumnya. Mereka akan membantu warga negara Polandia,” tulis isi pernyataan Kemenlu Polandia.
Media massa lokal melaporkan bahwa jurnalis yang ditangkap itu bernama Robert Bociag. Namun, sampai saat ini Kemenlu Polandia belum memberikan konfirmasi.
Hingga kini, belum diketahui alasan dan kapan Bociag ditangkap aparat Myanmar. Keberadaannya juga belum diketahui.
Jurnalis Bociag merupakan koresponden asing kedua yang ditangkap aparat Myanmar di tengah gelombang demonstrasi, setelah beberapa waktu lalu mereka sempat menangkap jurnalis lepas asal Jepang. Sang jurnalis Jepang itu ditahan hanya beberapa jam kemudian dibebaskan.
Pengadilan Myanmar mulai menggelar sidang terhadap sejumlah jurnalis yang meliput demonstrasi. Thein Zaw, jurnalis Associated Press menjadi salah satu yang menghadapi sidang perdana.
Zaw merupakan salah satu dari sembilan pekerja media yang ditahan oleh junta militer saat terjadi demonstrasi pada 27 Februari di kota Yangon. Ia tidak pernah terlihat oleh pengacara atau anggota keluarganya sejak ditangkap oleh junta militer.
Tercatat ada lebih dari 70 orang tewas dalam gelombang unjuk rasa menentang kudeta di Myanmar. Selain itu, aparat Myanmar menahan sekitar 2.000 demonstran yang sampai saat ini tidak diketahui nasibnya.[/4]