Yayasan Hakka: Warga Tionghoa di Aceh Nyaman Dengan Syariat Islam

Yayasan Hakka di Aceh

RAKYAT.CO – Perayaan imlek menjadi momentum kebersamaan masyarakat Tionghoa yang tinggal di Provinsi Aceh. Di mana, mereka Aceh merasa nyaman dan senang dengan penerapan syariat Islam yang berlaku di tanah rencong.

“Kami warga Tionghoa di Aceh lebih senang dengan hukum cambuk, pasalnya dianggap lebih simpel, tidak perlu menjalani hukuman penjara, apalagi yang berbisnis,” ujar Ketua Yayasan Hakka Aceh, Kho Khie Siong alias Aky dalam podcast bersama Perum LKBN Antara Biro Aceh dalam rangka perayaan imlek tahun 2022 di Banda Aceh, Kamis lalu.

Menruut Aky, kehidupan sosial masyarakat di Aceh terutama warga Tionghoa selalu terbuka, dan pihaknya dari Yayasan Hakka juga terus memberi ruang komunikasi, sehingga tidak ada batasan satu sama lain.

“Tentu saja kami bisa bermanfaat kepada saudara kami di Aceh, bisa berteman, berinteraksi dengan semua, tidak ada batasan satu sama lain,” tandas Aky.

Sedangkan, dalam menjalankan kehidupan sehari-hari di tengah penerapan syariat Islam, Aky mengakui tidak mendapatkan kendala khusus, malah sebaliknya justru merasakan toleransi yang cukup tinggi dari masyarakat Aceh.

“Salut dan angkat jempol kepada masyarakat Aceh terkait kerukunan hidup umat beragama ini. Seumur hidup saya di Aceh belum pernah ada konflik beragama yang terjadi. Tapi kalaupun ada itu terkadang diprovokasi,” tandasnya.

Secara umum Yayasan Hakka Aceh atau warga Tionghoa terus melakukan gerakan untuk mengurangi atau mencegah upaya provokasi terhadap hal-hal yang bersifat negatif dan merugikan bangsa.

Dalam melaksanakan ibadah mereka juga merasakan kenyamanan, dan tidak ada gangguan, malah mendapatkan dukungan yang baik, termasuk perayaan budaya di tempat ibadah.

“Bahkan perayaan kita juga banyak dikunjungi Muslim, mereka ingin tahu juga bagaimana Tionghoa ini melakukan syukuran seperti perayaan Imlek ini,” katanya.

Selain itu, Aky juga menyampaikan, bahwa selama pandemi COVID-19 telah banyak melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan seperti membagikan bantuan Plat Pelindung Diri (APD), bantuan beras, hingga paket sembako saat Ramadhan, warung makanan murah hingga membagikan sembako.

Saat perayaan Imlek, kata Aky, di tahun harimau air ini tidak dilaksanakan megah seperti sebelumnya ada penampilan barongsai, karena masih dalam kondisi pandemi COVID-19.

“Kita tidak buat barongsai karena akan mengundang kerumunan, sehingga lebih punya waktu untuk bersilaturahim dengan keluarga,” pungkas Aky.[/2]

Open chat
1
Butuh bantuan?
Rakyat
Halo! Apa yang bisa kami bantu, Kak?