Tiga Hal Penting Memasuki Ramadan di Tengah Cuaca Ekstrem

Ilustrasi bulan ramadan 2026

RAKYAT.CO – Umat Islam bersiap menyambut bulan suci Ramadan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan cenderung ekstrem dalam beberapa pekan terakhir. Perubahan suhu yang drastis, hujan lebat disertai angin kencang, hingga potensi banjir di sejumlah wilayah menjadi perhatian masyarakat.

Menghadapi situasi tersebut, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan agar ibadah Ramadan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan.

1. Menjaga Kesehatan dan Daya Tahan Tubuh

Cuaca ekstrem berpotensi menurunkan daya tahan tubuh. Saat berpuasa, asupan cairan dan nutrisi terbatas pada waktu sahur dan berbuka. Karena itu, masyarakat dianjurkan memperhatikan pola makan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi air putih saat malam hari, serta menghindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari.

Tenaga kesehatan juga mengingatkan pentingnya istirahat cukup agar tubuh tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa.

2. Mengantisipasi Risiko Bencana dan Gangguan Aktivitas

Hujan deras dan angin kencang berisiko menyebabkan genangan, pohon tumbang, hingga gangguan listrik. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas ibadah seperti salat tarawih dan kegiatan tadarus di masjid.

Pengurus masjid dan masyarakat diimbau memastikan keamanan lingkungan, memeriksa instalasi listrik, serta menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi cuaca buruk saat waktu ibadah berlangsung.

3. Memperkuat Solidaritas Sosial

Ramadan identik dengan kepedulian sosial. Di tengah cuaca ekstrem, solidaritas antarwarga menjadi semakin penting, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga terdampak banjir.

Kegiatan berbagi takjil, santunan, dan bantuan logistik dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca agar tetap aman dan tepat sasaran. Semangat gotong royong diharapkan mampu meringankan beban masyarakat yang terdampak.

Memasuki Ramadan di tengah cuaca ekstrem menjadi tantangan tersendiri. Namun dengan kesiapan fisik, kewaspadaan lingkungan, dan kepedulian sosial, umat Islam tetap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan aman.[/3]