Jakarta – Program Keluarga Harapan (PKH) yang diselenggarakan Kementerian Sosial (Kemensos) terus mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi keluarga miskin melalui bantuan sosial bersyarat di bidang pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi keluarga.
Dampak program tersebut terlihat dari perubahan perilaku Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam memenuhi kebutuhan keluarga, menyekolahkan anak, menjaga kesehatan, hingga merintis usaha produktif. Sejumlah perkembangan tersebut teridentifikasi melalui kegiatan supervisi, verifikasi, dan pemantauan pemenuhan komitmen KPM di berbagai wilayah, antara lain Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kebumen, Minahasa, serta Maluku.
Direktur Perlindungan Sosial Non Kebencanaan Kemensos, Faisal, mengatakan PKH yang telah berjalan sejak 2007 terus dievaluasi dan disempurnakan berdasarkan kajian ilmiah serta bukti empiris. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan ketepatan sasaran bantuan sekaligus mengukur perkembangan kondisi sosial ekonomi keluarga penerima manfaat.
PKH tidak hanya bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan dasar keluarga miskin, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan membangun motivasi KPM agar mampu meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.
“Pendampingan yang diberikan selama pelaksanaan program juga menjadi bagian penting untuk memastikan keluarga penerima manfaat memperoleh dukungan dalam mengakses layanan pendidikan dan kesehatan, sekaligus mengembangkan potensi ekonomi keluarga, ” katanya.
Keberhasilan pelaksanaan PKH tidak terlepas dari peran pendamping sosial di lapangan. Mereka bertugas memberikan motivasi, melakukan advokasi, serta memfasilitasi KPM agar dapat memenuhi kewajiban program dan memanfaatkan bantuan secara tepat.
Ketua Tim PKH Provinsi Jawa Tengah, Theo, mengatakan pendamping sosial terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas melalui pendidikan serta pelatihan yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kemensos bersama unit terkait.
Menurut Theo, peningkatan kapasitas tersebut diperlukan agar pendamping mampu menjalankan tugas secara profesional dalam membantu KPM menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
Salah satu penerima manfaat yang merasakan dampak program tersebut adalah Sunarsih, KPM asal Kebumen. Ia mengaku terbantu dengan adanya PKH sehingga dapat memperkuat kondisi ekonomi keluarganya. Sunarsih juga telah merintis usaha dagang kelontong dari rumah sebagai salah satu upaya menambah pendapatan keluarga.
Pengalaman tersebut menggambarkan pentingnya dukungan bantuan sosial yang disertai pendampingan untuk mendorong keluarga penerima manfaat mengembangkan potensi ekonomi dan membangun kemandirian.
Kemensos juga memberikan penguatan melalui Program Peningkatan Sosial Ekonomi untuk mendukung usaha yang dirintis KPM agar berkembang dan menjadi salah satu sumber penghidupan keluarga.
Faisal menegaskan, pendampingan dan penguatan sosial ekonomi merupakan bagian dari upaya mendorong keluarga penerima manfaat agar secara bertahap mampu meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.
Melalui PKH, Kemensos berupaya memperkuat perlindungan sosial sekaligus membuka peluang bagi keluarga miskin untuk meningkatkan kualitas hidup, mengembangkan usaha produktif, dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.[/2]




